Home » Berita Umum » Mahasiswa Brunei dan Unisnu KKN Bareng

Mahasiswa Brunei dan Unisnu KKN Bareng

Mahasiswa dari dua perguruan tinggi di dua Negara, Indonesia dan Brunei Darussalam, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bareng di Jepara. Kerjasama sinergis ini diharap melahir inovator, motivator, dinamisator, dan problem solver sebagai kader-kader pembangunan. Mereka juga diharap mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, yang muaranya membawa kemajuan pembangunan di daerah.

Harapan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Ihwan Sudrajat, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM Bambang Slamet Raharjo, Senin (23/1), ketika melepaskan peserta KKN dari pendapa Kabupaten Jepara, menuju desa-desa lokasi. Mahasiswa yang dilepas ke lokasi, berasal dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara dan University Brunei Darussalam (UBD). Mereka terdiri dari 548 mahasiswa Unisnu Jepara dan 21 mahasiswa dari UBD.

Selama 40 hari mahasiswa KKN itu disebar ke 49 desa di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Kalinymatan, Kedung, Mayong, Mlonggo, dan Pakisaji. KKN tahun ini difokuskan menggarap soal potensi desa.

Menurut Bambang, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa sebagai bagian integral dari pemerintah kabupaten juga diberikan ruang yang sangat luas untuk mengembangkan potensinya, termasuk di dalamnya adalah pengelolaan keuangan yang bersumber dari APBN maupun APBD yang jumlahnya sangat besar.

“Undang-Undang ini telah pula membawa perubahan paradigma tentang desa, yakni dari paradigma “Membangun Desa”, sekarang berubah menjadi “Desa Membangun”. Dimana desa mendapatkan pengakuan dan kesempatan lebih luas lagi untuk mengembangkan dan membangun sendiri daerahnya, sesuai dengan potensi, keunggulan, dan tantangan-tantangan yang dihadapi,” katanya. Peran mahasiswa KKN disebutnya sangat vital. (DKI/AchPr)