Home » Berita Umum » Juara Kabupaten Tidak Otomatis ke Porsema Provinsi

Juara Kabupaten Tidak Otomatis ke Porsema Provinsi

Juara Kabupaten Tidak Otomatis ke Porsema Provinsi

Juara Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Porsema) Kabupaten Jepara, tidak otomatis mewakili daerah ini pada Porsema tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Hal tersebut diungkapkan Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Cabang Jepara, Fathul Huda di sela seleksi Porsema Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kabupaten Jepara yang berlangsung di MI Masholihul Huda, Krapyak, Tahunan, Jepara, Senin (29/1). Porsema adalah pesta olahraga, olimpiade mata pelajaran, dan lomba seni antarlembaga pendidikan di bawah LP Maarif NU, baik yang berbentuk sekolah maupun madrasah.
“Kami akan menjadi tuan rumah Porsema Jateng 2017 Mei mendatang. Berharap menjadi juara umum, maka kami harus mempersiapkan diri lebih maksimal. Juara Porsema Kabupaten hanya menjadi penentu lolos pelatihan daerah (Pelatda) bersama juara dua di setiap lomba atau pertandingan,” kata Huda.
Menurut Huda, untuk cabang olahraga pelatda akan dilakukan bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Jepara. Sedangkan cabang seni dan olimpiade mata pelaharan, melibatkan pihak yang berkompeten. Mereka yang terbaik dari pelatda inilah yang akan mewakili Jepara ke Porsema Jateng.
“Hari ini kami menyelesaikan seleksi kabupaten Porsema MI. Untuk MTs dan MA sudah selesai bulan lalu. Dua pekan lagi kami menggelar seleksi untuk lembaga pendidikan berbentuk sekolah di bawah LP Maarif NU. Baik SD, SMP, SMA, maupun SMK. Juara satu dan dua tiap tingkatan akan bergabung ke pelatda untuk kami pilih yang terbaik,” lanjutnya.
Sementara itu, peserta seleksi Porsema MI kabupaten yang berlangsung Senin adalah juara di masing-masing kecamatan. Ketua panitia Mariyoto menyebut, seleksi Porsema MI tingkat Kabupaten diikuti 414 peserta dan 214 official. Seleksi Porsema yang dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Muhdi Zamru, mempertandingkan 18 cabang olahraga, seni, dan olimpiade mata pelajaran.
“Hakim dan wasit saya minta fair agar mereka yang menjadi juara benar-benar yang terbaik,” pesan Muhdi. (Sulismanto)