Home » Berita Umum » Distribusi Logistik ke Karimunjawa Terancam

Distribusi Logistik ke Karimunjawa Terancam

Distribusi logistik untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jepara, ke Karimunjawa masih terkendala cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, perairan antara Jepara dan Karimunjawa hampir selalu ombak sehingga logistik ke kepulauan tersebut belum bisa dikirim. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara Muhammad Haidar Fitri, saat menerima kunjungan kerja Komite I dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di pendapa Kabupaten Jepara, Senin (6/2). Jepara, salah satu daerah yang menggelar Pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang, memberi perhatian lebih pada Kecamatan Karimunjawa yang merupakan wilayahnya berbentuk kepulauan.

“Kebutuhan logistik di Jepara kali ini sudah terpenuhi tanpa kurang satupun. Hanya saja ada masalah pada pendistribusian logistik di Karimunjawa yang masih terkendala dengan cuaca yang kurang baik. Kami berharap cuaca segera membaik dan distribusi logistik pun segera teratasi dan sampai di sana. Kami berencana mengirim logistik ke Karimunjawa pada Rabu – Jum’at (7-9/2). Jika tidak dapat teratasi kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Polri, TNI maupun pihak terkait,” ujar Haidar.

Di Karimunjawa terdapat 21 TPS atau setara 0,6 persen dari total 1805 TPS di Jepara. Meski demikian, kata Haidar, pemungutan suara di Karimunjawa akan sangat berpengaruh terhadap hasil Pemilukada secara keseluruhan.

Di luar Karimunjawa, pendistribusian di Jepara daratan akan dilakukan pada 10 – 11 Februari kemudian disalurkan ke desa pada 14 Februari 2017 oleh petugas kecamatan. Di Kabupaten Jepara terdapat 1805 TPS dibagi atas 195 Desa dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 858.958 .

Laporan itu disampaikan Haidar, karena kunjungan dilakukan Komite 1 DPD RI sebagai bagian dari monitoring pelaksanaan Pilkada serentak 15 Februari 2017. Rombongan diterima oleh Plt. Bupati Ihwan Sudrajat beserta unsur Forkopinda, lembaga penyelenggara, serta pengawas di daerah, baik provinsi maupun kabupaten.

Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam menyampaikan di Jawa Tengah sendiri ada kabupaten/kota yang ikut dalam Pilkada serentak. Masing-masing Kabupaten Pati, Jepara, Batang, Brebes, Salatiga, Cilacap, dan Banjarnegara. Bagi DPD RI, Kabupaten Jepara menarik diikuti karena yang bertarung adalah bupati dan wakil bupati sebagai incumbent yang sama-sama berebut menjadi bupati bersama pasangan masing-masing,

“Saya harap suasana yang sudah kondusif tidak dinodai dengan tindakan yang dapat merugikan masyarakat Jepara khususnya keamanan dan ketenteraman daerah,” lanjtnya.

Kapolres Jepara Syamsu Arifin menyebut, pihaknya telah memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) beradasar potensi keamanan. Di TPS yang dinilai aman, perbandingan jumlah personil keamanan terdiri dari 1 anggota Polri dan 2 anggota Linmas per TPS. Sedangkan untuk TPS yang berpotensi rawan, pihaknya menempatkan 1 anggota Polri dan 4 anggota Linmas di setiap 2 TPS. (Andi / K3)