Home » Berita Umum » Usai KKN, Mahasiswa Unisnu Diminta Mengabdi Masyarakat

Usai KKN, Mahasiswa Unisnu Diminta Mengabdi Masyarakat

Sebanyak 548 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdatul Ulama Jepara, ditarik kembali. Penarikan dilakukan langsung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi Selasa (20/02), di Pendapa Kabupaten Jepara. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Yayasan Perguruan Tingggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara Ali irfan Muhtar dan Rektor Unisnu Dr. Sa’dullah.

Dalam sambutannya bupati Ahmad Marzuki mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan KKN di lima kecamatan di Kabupaten Jepara. Disampaikan bupati, setelah KKN mereka diminta untuk tetap melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat.

“Setelah KKN ini, pengabdian amsyarakat harus terus dilanjutkan untuk membangun Jepara tercinta,” paparnya.

Rektor Unisnu DR. Sa’dullah Assaidi mengatakan program KKN adalah proses penjabaran hidup. Sebagai upaya komptensi untuk dapat membuktikan diri apakah bisa berhasil atau tidak dalam kehidupan bermasyarakat.   Untuk itu, setelah usai melaksanakan tugasnya, mereka (mahasiswa KKN -red), diminta untuk melanjutkan pengandiannya kepada civitas akademika. Dengan mengajak masyarakat untuk melanjutkan di perguruan tinggi Unisnu Jepara.

Ketua Umum Yaptinu Jepara Ali Irfan Muhtar mengajak mahasiswa untuk meningkatakan citra Unisnu. Dengan menempuh pendidikan KKN ini, mereka harus sudah siap untuk diberdayakan.

“Akhir KKN bukan akhir dari psmbelajaran, namun sebagai awal kehidupan bermasyarakat” paparnya.

KKN yang baru berakhir tersebut, juga diikuti 21 mahasiswa University Brunai Darussalam (UBD) di berbagai desa di Kabupaten Jepara. Di Jepara mereka ditempatkan di Desa Mindahan, Sumosari, Mayong Lor, Bandengan, dan Mulyoharjo. Selama mereka tinggal di Jepara, banyak dikenalkan berbagai macam kebudayaan yang ada di Jepara (Ardiansyah)