Home » Berita Umum » PEMKAB PATENKAN DESA WISATA TEGALSAMBI AGAR TIDAK DIKLAIM WILAYAH LAIN

PEMKAB PATENKAN DESA WISATA TEGALSAMBI AGAR TIDAK DIKLAIM WILAYAH LAIN

TAHUNAN – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan menetapkan hak paten terhadap sejumlah budaya lokal disetiap desa di Kabupaten Jepara.

“Oleh karenanya, malam hari ini kita putuskan Desa Tegalsambi menjadi desa wisata. Namun nanti SK (Surat Keputusan) nya menyusul,” kata Bupati Jepara saat menjawab keinginan pemerintah desa setempat, pada acara pembukaan Perang Obor, Senin (4/9/2017).

Dengan begitu apa yang diharapkan pemerintah desa, terkait Perang Obor dapat ter-proteksi. Sehingga tidak diakui oleh wilayah lain.

Lebih lanjut Ahmad Marzuqi mengatakan, dengan ditetapkannya desa yang ada di Kecamatan Tahunan ini sebagai destinasi wisata, dapat memajukan perekonomian masyarakatnya. Hal itu berkaca pada kabupaten Jepara yang geliat ekonominya disokong oleh kegiatan pariwisata. “Dengan di patenkan nya Desa Tegalsambi sebagai desa wisata, diharapkan bisa melengkapi tujuan wisata selain wisata-wisata yang sudah ada di Kabupaten Jepara,” ujar Ahmad Marzuqi di panggung utama pada malam itu.

Selain itu kata Bupati, Desa Tegalsambi memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Sehingga dangan moncernya Desa Tegalsambi dengan perang obor, diharapkan bisa melengkapi tujuan wisata selain wisata-wisata yang sudah ada di Kabupaten Jepara.

Menurut Petinggi (Kepala Desa) Tegalsambi Agus Santosa mengaku mengapresiasi keputusan Bupati. Menurutnya, wilayahnya itu secara tak tertulis memang telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata. Namun demikian, secara administratif pihaknya membutuhkan pengakuan tertulis dari pemerintah. “Untuk itu kami mohon Bapak Bupati memberikan Keputusan Bupati untuk desa wisata, karena terkenal dengan Perang Obornya. Harapannya dengan status itu, maka pertunjukan budaya tersebut milik kami dan tidak dimiliki oleh orang lain,” katanya.

Ditemui usai menyaksikan Perang Obor, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jepara Deni Hendarko menuturkan, ada beberapa konsekuensi dari penetapan Desa Wisata. “Konsekuensinya satu diantaranya adalah menyiapkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) nanti kita akan membinanya. Selain itu untuk Perang Obor kita perlu untuk mendaftarkannya sebagai HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual –pen) khusus untuk Desa Tegalsambi,” tuturnya pada insan media.

Dirinya juga mengatakan, saat ini di Kabupaten Jepara ada 17 desa yang sudah atau sedang melangkah menjadi Desa Wisata. Deni menyebut sembilan diantaranya telah memiliki surat keputusan. Sementara lima desa sedang berproses di Badan Perencanaan Pembangunaan Daerah (Bappeda) dan sisa tiga desa lain termasuk Desa Tegalsambi, Desa Kedung dan Kecapi kini baru sedang berproses mengajukan sebagai desa wisata.

Sembilan desa yang sudah bersertifikat sebagai destinasi wisata, antara lain Desa Troso di Kecamatan Pecangaan, Desa Telukawur Kecamatan Tahunan, Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Desa Karimunjawa dan Desa Kemojan di Kecamatan Karimunjawa, Desa Mulyoharjo dan Desa Bandengan di Kecamatan Jepara, Desa Tempur Kecamatan Keling, dan Kampung Sembada Ukir di Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan.

Sedangkan lima desa yang sedang berproses di Bappeda sebagai destinasi wisata, yakni Desa Kunir dan Desa Damarwulan di Kecamatan Keling, Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Desa Tanjung di Kecamatan Pakisaji, dan Desa Gemulung di Kecamatan Pecangaan. (DiskominfoJepara|AchPr)