Home » Berita Umum » BERHARAP BERKAH, KUPAT LEPET JADI REBUTAN

BERHARAP BERKAH, KUPAT LEPET JADI REBUTAN

Moment yang cukup dinantikan oleh masyarakat saat perayaan pesta lomban di Kabupaten Jepara salah satunya yaitu festival kupat dan lepet. Sebuah gunungan raksasa yang berisi makanan khas lebaran ini diperebutkan ribuan warga yang sudah sejak Minggu (02/07/2017) pagi memadati kawasan pantai Kartini Jepara. Hadir dalam kesempatan itu bupati Jepara Ahmad Marzuqi, wakil bupati Dian Kristiandi dan segenap jajaran Forkopinda Jepara. Gunungan berisi ribuan ketupat dan lepet lenyap dalam waktu sekejap. Mulai dari anak-anak hingga orangtua berebut berkah dari ketupat dan lepet lebaran yang sebelumnya didoakan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.
Slamet, warga Tahunan, berharap berkah dari gunungan ketupat dan lepet ini. Tak mudah baginya untuk mendapatkan ketupat dan lepet. Dia harus berdesak-desakan dan beradu cepat dengan ratusan pengunjung lain yang turut serta dalam festival tersebut. Lain halnya dengan Slamet, Siti Sholekah rela jauh jauh dari Kabupaten Garobogan hanya ingin mendapatkan berkah dari kupat dan lepet ini. Ia sudah tiga tahun ini, tiap pekan syawalan selalu mengikuti prosesi lomban khususnya kupat lepet. “Anak saya sempat menangisa, saat berdesak desakan untuk bisa meraih kupat dan lepet ini” ujarnya.
 
Dalam sambutannya bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, perayaan pesta lomban termasuk festival kupat lepet merupakan salah satu budaya masyarakat Jepara yang terus dilestarikan. Secara filosifis, ketupat atau kupat merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesaahan), sedangkan lepet (silep kang rapet, red bahasa jawa). yang berarti kubur/tutup yang rapat. “Jadi setelah mengaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan” ujar bupati.
 
Sutradara Festival Kupat lepet tahun 2017, Kustam Ekajalu mengatakan sebelum gunungan kupat dan lepet diperebutkan, masyarakat yang sudah memadati lapangan Pantai Kartini disuguhi hiburan tarian. Tari Kepis yang dibawakan seniman-seniman muda Jepara menggambarkan kehidupan nelayan yang berat. Mulai dari lilitan kebutuhan ekonomi hingga bahaya maut yang mengancam tak kala mencari ikan di laut. Persiapan dilakukan sekitar dua bulan lalu. Festival kupat lepet ini, sudah berlangsung sejak tahun 2004. Acara tersebut peratma kali digagas dan diadakan seniman Jepara Sholikul Huda, Hadi Priyanto serta Udik Agus Dewe (Kominfojepara@dian)