Home » Berita Umum » GRAND FINAL PEMILIHAN MAS DAN MBAK , HARIS IHZA MAHENDRA – REGINA LULUFANI SANDANG MAS DAN MBAK DUTA WISATA KABUPATEN JEPARA 2017

GRAND FINAL PEMILIHAN MAS DAN MBAK , HARIS IHZA MAHENDRA – REGINA LULUFANI SANDANG MAS DAN MBAK DUTA WISATA KABUPATEN JEPARA 2017

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kembali menggelar Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara. Malam puncak penganugerahan duta wisata 2017 pun berlangsung dengan penuh gegap gempita di Pendapa Kabupaten, pada Jumat (8/9) malam.

Selaku dewan juri dalam agenda tersebut adalah Sumaryanto, S.Sos., MM. (Ketua Jepara English Club Jepara), Hesti Nugroho Dian Kristiandi (Ibu Wakil Bupati Jepara), Siti Yulianti Ahmad Junaidi (POKJA III PKK Kabupaten Jepara mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jepara), Muslim Aisha, S.Hi. (Komisioner KPU Jawa Tengah), DR. Ir. Suzanna Ratih Sari, MM., MA. (Pengamat praktisi pariwisata Jawa Tengah dan juga Dosen Arsitektur Universitas Diponegoro Semarang), serta Edy Waryanta, S.Sos., M.Si. (Modelling dan koreografer dari Semarang).

Melalui sejumlah pertimbangan dari dewan juri, akhirnya finalis nomor undi 9 Haris Ihza Mahendra dan nomor undi 2 Regina Lulufani terpilih menjadi juara pertama dan menyandang status mas dan mbak duta wisata Kabupaten Jepara 2017. Keduanya berhasil mengalahkan Eliezer Gabriel Petra Pradana nomor undi 13 dan Putri Rania Taqiyya Andjani nomor undi 28, yang harus puas menjadi runner up.

Selanjutnya, Haris Ihza Mahendra dan Regina Lulufani akan mewakili Kabupaten Jepara pada pemilihan duta wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah yang rencananya dilaksanakan pada 23 hingga 26 Oktober 2017 yang rencananya akan diselenggarakan di Kabupaten Jepara.

Disampaikan dalam laporan panitia penyelenggara kegaitan oleh Deni Hendarko, S.Sos., MM., bahwa penilaian untuk pemenang tidak hanya dalam satu malam ini, melainkan sudah dilakukan selama para finalis mengikuti rangkaian kegiatan duta wisata, serta beberapa seleksi seperti test wawancara, intelegensia, peformance, etika dan kepribadian, kemahiran berbahasa, serta perilaku selama city tour. “Jumlah pendaftar 120 orang, yang memenuhi persyaratan administrasi 102 orang, dan yang mengikuti pendaftaran ulang 82 peserta. Kemudian diseleksi dalam tahap wawancara menjadi 30 finalis (15 putra dan 15 putri –pen),” ungakapnya.

Wakil Bupati Dian Kristiandi S.Sos., pada sambutan mewakili Bupati, dirinya memberikan apresiasi kepada para finalis mas dan mbak duta wisata Kabupaten Jepara 2017. Pihaknya menyampaikan kegiatan pemilihan duta wisata dijadikan sebagai salah satu ajang promosi wisata, pembangunan pariwisata, nilai-nilai seni dan budaya di Kabupaten Jepara. “Melalui pemilihan duta wisata, kami berharap dapat mencetak generasi muda Kabupaten Jepara yang berani bersaing dalam era globalisasi, berpengetahuan luas, luwes dalam berkepribadian maupun berpenampilan, serta mampu mengembangkan diri secara progresif utamanya dalam kepariwisataan,” ujarnya. Dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara 2017.

Ditemui usai penobatan gelar duta wisata Kabupaten Jepara, Haris Ihza Mahendra Juara 1 Mas duta wisata Jepara 2017 mengungkapkan, bahwa duta wisata bukan hanya gelar semata, tapi benar-benar mempromosikan daerah tertentu. “Yang terpenting sebenarnya bukanlah cuman gelar duta wisata, tetapi yang terpenting dari itu bagaimana kita merealisasikan omongan-omongan kita, semua janji-janji kita, semua misi-misi dan visi saat akan mendapatkan gelar tersebut. Jadi jangan sampai setelah jadi duta wisata itu omongan-omongan janji-janji sebelumnya itu cuman sekedar omongan belaka, kita harus berusaha untuk merealisasikannya,” kata pria 18 tahun dari pasangan dr. Hasvien dan dr. Muhamad Ishaq yang bertempat tinggal di Kauman Jalan Dr. Sutomo.

Ditanya mengenai persiapan mengikuti pemilihan duta wisata, dirinya yang tercatat mahasiswa baru jurusan kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung Semarang ini mengungkapkan, lebih kepada pengalaman pribadi, tentang apa yang dirasakan dan orang-orang lain rasakan. “Misal ada sebuah tempat wisata yang kurang baik, kalau kita cuman melihat saja kita tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Tapi kalau kita sudah merasakannya kita pasti tau rasanya seperti apa, dan kita akan berfikir disana bagaimana kita bisa menangggulangi hal tersebut,” tutur Haris Ihza Mahendra.

Selain kegiatan kuliah, pria kelahiran Semarang dan besar di Jepara ini, suka akan menjaga kebugaran dengan berolahraga dan juga mempunyai hobi trevelling, jalan-jalan melihat wisata-wisata untuk berfikir apa yang bisa dikembangkan dari daerah wisata tersebut. Dirinya juga menyampaikan sering berkonsultasi dengan teman yang mempunyai basic restoran dan perhotelan. “Dari sana kita bisa lebih mendapatkan apa keluh-kesah turis itu, dan kita bisa mendapat informasi dari mereka.  Karena kenapa turis-turis semua wisatawan pasti akan datang ke hotel ke restoran dan hal itu berarti informasi sangat banyak dari situ, makanya kita tetap harus menjaga koordinasi menjaga relasi dengan perhotelan dan restoran, karena itu sangat penting,” katanya.

Hal senada disampaikan juara 1 Mbak duta wisata Jepara 2017 Regina Lulufani, Gadis kelahiran Jombang 1 Oktober 1998 ini, menceritakan perasaan haru dan bahagia usai menerima gelar duta wisata 2017. “Karena selama ini yang saya perjuangkan dan menjadi tujuan saya dapat tercapai. Tapi, ini bukan yang terakhir karena ini sebuah awal untuk menuju ke tahap yang selanjutnya dan kita (Mas dan Mbak –pen) akan mempersiapkan menuju ke Jawa Tengah,” ujarnya yang juga pernah menjadi runner up satu duta wisata Kabupaten Jepara 2015.

Putri pasangan Fahmi Idris dan Nani Mujati Pratik dari Desa Tahunan RT.01, RW.08 ini menceritakan persiapannya mengikuti pemilihan duta wisata, dirinya yang tercatat sebagai Mahasiswi semester 3 jurusan ekonomi dan pembangunan Universitas Negeri Semarang menyamaikan tidak ada persiapan khusus untuk ajang ini. “Saya cuma rajin-rajin membaca tentang kepariwisataan, terus cara mengembangkan potensi yang ada di Jepara,” kata Regina Lulufani.

Gadis yang mempunyai hobi membaca buku dan travelling ini mengungkapkan ketertarikannya menjadi duta wisata untuk benar-benar memotivasi pemuda-pemudi Jepara, dalam berkontribusi aktif pengembangan dan pembangunan pariwisata di Jepara. Karena Jepara memiliki potensi yang banyak, dan kita harus bisa mencintai dan mengenalinya.

“Fokus pariwisata Jepara, tentang saya lebih mengenalkan ke masyarakat kearifan lokal yang dimiliki Jepara, karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal bahkan tau kearifan lokal yang dimiliki jepara. Padahal Jepara memiliki potensi yang harus selalu dibanggakan oleh para pemuda-pemudinya,” pungkasnya saat ditanya fokus kedepan tentang kepariwisaatan di Jepara.

Terkait pemilihan Duta Wisata Jepara, ditemui awak media Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, SE., berharap kepada para juara, untuk bisa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dan berterimakasih kepada siapapun diantaranya kepada kedua orang tuanya yang bisa mendidik sampai anaknya menjadi orang yang mendapatkan prestasi di pemilihan duta wisata ini.

Melalui para duta wisata ini, Ahmad Marzuqi berharap generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai dan bangga dengan Kabupaten Jepara pada khususnya. Sehingga kedepan dapat membangun Kabupaten Jepara untuk lebih baik lagi. “Rasa bangga dan rasa memiliki tentunya perlu diwujudkan kaum muda untuk mengobarkan semangat sadar wisata. Harapanya dapat juga mengajak, memberikan contoh dan tauladan yang baik sebagai salah satu pelaku pembangunan dan sebagai generasi yang mewujudkan harapan bangsa,” ujarnya dihadapan awak media pada malam itu.

Selain memilih pemenang ajang Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara 2017 juga mengusung juara intelegensia yang diraih pasangan Miftakhul Firdaus dan Intan Hayyu Nor Oktavida, serta pemenang kategori penampilan terbaik yang dimenangkan pasangan Fendi Riyanto dan Marsha Fildzaisma. (DiskominfoJepara |AchPr)