Home » Berita Umum » Puluhan Siswa Tingkat SMA Munculkan Gagasan Inovatif Pengembangan Kepariwisataan dan Kelautan di Jepara

Puluhan Siswa Tingkat SMA Munculkan Gagasan Inovatif Pengembangan Kepariwisataan dan Kelautan di Jepara

Puluhan gagasan inovatif pengembangan pariwisata dan kelauatan dimunculkan oleh para siswa tingkat SMA,MA dan SMK di Kabupaten Jepara. Hal ini sebagaimana terlihat dalam lomba karya inovatif ke 8 tahun 2017, diselenggarakan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Jepara di Kantor Bappeda Jepara pada Sabtu (09/08/2017) pagi. Diharapkan munculnya gagasan gagasan kreatif ini, dapat memacu potensi pariwisata lokal yang ada di daerah.
Wakil ketua DRD Jepara Zaenul Arifin mengatakan mendukung program pemerintah dalam sektor kepariwisataan, lomba karya ilmiah inovatif tahun ini mengangkat tema “Inovasi Pengembangan Sektor Kelauatan dan Pariwisata di Kabupaten Jepara”. Untuk kategori dibagi menjadi dua kelompok yaitu homaniora dan sains. Untuk humaniora  ini dikuti sebanyak 13 kelompok sedangkan untuk sains yaitu sebanyak 11 kelompok. “Total ada 24 karya ilmiah inovatif yang masuk dalam tahap pemaparan” ujarnya.
Untuk kelompok (team), terdiri dari maksimal tiga orang siswa dari sekolah yang sama, dengan komposisi 1 ketua dan 2 orang anggota. Mereka diwajibkan untuk mempresentasikan hasil karyanya tersebut, dihadapan tim ahli (dewan juri) yang ditunjuk.  
Dikatakan Zainul, kreatifitas dan inovasi para siswa di tingkat SMA/SMK dan MA semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam karya inovatif yang diikutkan dalam lomba. “Untuk karya cukup bervariatif dan semakin baik tiap tahunnya” ujarnya.
Misalnya saja, kategori bidang humaniora berbagai macam ide kreatif yang muncul diantaranya yaitu festival bulan purnama sebagai upaya peningkatan pariwisata berkelanjutan di pantai Bondo, Pengembangan PTP Nusantara IX di kebun Balong Sebagai Kawasan wisata agro, konsep wisata terpadu sebagai setrategi pengembangan wisata pantai di Kecamatan Donorojo, aktualisasi icon bondo beach sebagai pengembangan wisata lokal di Jepara, perencanaan pengembangan Desa Batealit sebagai Desa Wisata, potensi sungai wiso Desa Kecapi sebagai wisata arum jeram serta berbagai macam karya menarik lainnya.
Sedangkan untuk kategori sains diantaranya yaitu. Pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi “Darang Laut” sebagai alternative pakan ayam kampung, konservasai, sushi tumgaru TV, pemanfaatan limbah cangkang kepiting sebagai penyedap rasa, konservasi air laut menjadi artha, solusi global warming dan karya lainya.  
Zainul mengatakan, dari judul atau penelitan yang dilakukan para siswa ini akan menjadi inspirasi atau masukan DRD dan juga pemerintah kedepan untuk menggali potensi pariwisata yang belum mendapatkan perhatian. “Justru disini, anak menemukan, menginisiasi, mengusulkan dan melakukan penelitan” ujarnya. 
Usai melakukan presentasi Filiyah Chandra Kirana dengan didamiingi dua rekannya Candra Novitasari dan Dian Erika Rahmadhani mengaku senang dengan adanya lomba karya ilmiah inovatif ini. Dengan begitu, dapat memotifias mereka untuk bisa melakukan penelitian berbagai macam hal yang ada di lingkungan sekitar mereka. “sangat menarik, selain mendapatkan ilmu pengetahuan data memotifasi untuk tetap menulis dan berkarya” pungkasnya.