Home » Berita Umum » BUPATI AJAK GURU MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER

BUPATI AJAK GURU MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengajak para guru atau tenaga pendidik di Kabupaten Jepara untuk memperkuat pendidikan karakter di Kabupaten Jepara. Hal ini selaras dengan Perpres Nomor 87 tahun 2017 yang telah dikeluarkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hal ini disampaikan bupati, dihadapan kepala sekolah, tenaga kependidikan non PNS dan non sertifikasi tahun 2017, di pendopo Kabupaten Jepara.

Dengan mengangkat tema “Internalisasi Pendiidkan Karakter Untuk Jepara Lebih Bermartabat” ini, kegiatan sosialsiasi dilaksnakan selama tiga hari mulia Senin, 11 s/d 13 September di pendopo Kabupaten Jepara. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Disdikpora Jepara Khusairi.
 
Dikatan bupati, inti dari perpres tersebut sepakat bahwa penguatan pendidikan karakter sangat penting dilakukan sekaligus menjawab polemic sistem pendidikan full day school. Ketentuan 8 jam pelajaran sehari menurut bupati, sesuai dengan perpres adalah opsional, atau tergantung sekolah masing-masing. “setelah terbitnya Perpres, saya meminta agar polemic 8 jam pelajaran atau 5 hari kerja tersebut diakhiri” ujarnya.
Disampaikan, tidak perlu lagi menilai mana yang benar dan mana yang salah, karena inti dari kedua regulasi tersebut adalah untuk penguatan pendidikan karakter. Disampaikan bahwa, pendidikan karakter sebenarnya bukan hal baru di dunia pendidikan. UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3, menyebut bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. “dari ketentuan ini, saya pikir cukup jelas tujuan pendidikan nasional salah satunya adalah membentuk manusia Indonesia yang berkarakter” ujarnya.
Karakter kata bupati, merupakan nilai nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasan, perbatan berdasarkan norma agama, hukum dan budaya” ujarnya.      

Selain untuk membentuk SDM yang berkualitas, pendidikan karakter juga penting untuk menghantarkan anak didik kepada kesuksesan. Bupati menyadari, implementasi pendidikan karakter ini tidak mudah, sehingga perlu keterlibatan semua stakeholder, baik yang berada di dalam maupun di luar sekolah. Di dalam sekolah, tidak hanya menyangkut guru dan siswa tapi juga kurikulum, proses pembelajaran, hinga etos kerja seluruh warga lingkungan sekolah. “Selama ini, pendidikan karakter sudah diajarkan di sekolah, namun baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai, dan belum pada tingkatan internalisais dan tindakan nyata” ujar bupati
 


Untuk itu, bupati berharap kepada kepala sekolah guru dan tenaga non kependidikan harus menajdi contoh bagaimana pendidikan karakter bisa diinternalisasi pada diri pengelola sekolah lebih dahulu agar siswa bisa mencontohnya. “Kalau pengelola sekolah gagal memberikan contoh pendidkan karakter yang baik, saya yakin tujuan diberikannya pendidikan karaktar di seklah tidak akan efektif” pungkasnya.