Home » Berita Umum » SINGMANTAP Masuk Enam Terbaik Nasional, BIG Lakukan Verifikasi Lapangan ke Kabupaten Jepara

SINGMANTAP Masuk Enam Terbaik Nasional, BIG Lakukan Verifikasi Lapangan ke Kabupaten Jepara

Setelah ditetapkan sebagai enam terbaik nasional inovasi pemanfaatan geospasial tahun 2017, rombongan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan dewan juri melakukan verifikasi lapangan untuk melihat secara langsung Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang Menuju Pelayanan Perijinan Prima (SINGMANTAP) yang diterapkan di Kabupaten Jepara. Dengan verifikasi tersebut, diharapkan Jepara menjadi yang terbaik dalam inovasi pemanfaatan geospasial tersebut. Rombongan dewan juri yang yang terdiri dari Dr. Heri Sutanta, Dr. Ir. Budi Susetyo, Prof. Fahmi Anhar, tiba pukul 09.00 WIB. Rombongan diterima oleh Sekda Jepara Ir. Sholih MM dengan didampingi Kepala Bappeda Jepara Edy Sujatmiko, pada Rabu (13/09/2017) di Kantor Bappeda Jepara.

 
Dalam proses verifikasi lapangan, Kepala Bidang Ekonomi, Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappeda Jepara Farikah Elida diminta untuk melakukan simulasi SINGMANTAP dengan melibatkan 16 Organiasi Perangkat daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Jepara. Lebih dari dua jam disertai tanya jawab, rombongan dewan juri juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan dalam permohonan informasi tata ruang yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebagai salah satu pengguna aplikasi SINGMANTAP. Disana juga dilihat berbagai macam peralatan untuk mendukung inovasi geospasial. 
 
Salah satu juri Dr. Heri Sutanta dari dari PPIDS UGM Yogyakarta mengatakan setelah melalui proses yang cukup panjang, Jepara masuk enam terbaik nasional inovasi geospasial bersama dengan kota Bandung, Bogor, Manado, Semarang dan Surabaya. “Untuk verifikasi lapangan, baru kota Semarang dan Kabupaten Jepara, berikutnya empat kota lainnya yang telah lolos enam besar” ujarnya.
Dikatakan pada proses verifikasi lapangan ini, beberapa yang ditekankan adalah bagaimana system data tersebut dapat beroperasi dengan baik, termasuk dengan data pendukungnya, apakah sudah sesuai atau belum. “termasuk dalam penilaian, adalah nilai manfaat dan kepuasan pengguna atau masyarakat” ujarnya.
 
Terkait dengan SINGMANTAP, Heri mengaku ada hal yang menarik dalam aplikasi ini. Selain kesederhanaan inovasinya, untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan ijin dengan cepat, masyarakat tidak dipungut biaya sepeserpun untuk pemanfaatan aplikasi ini. “Saya sangat mengapresiasi, karena pennggunaan SINGMANTAP ini, pemohon tidak dikenai biaya sedikitpun” paparnya. Setelah melakukan verifikasi lapangan selanjutnya tim dewan juri akan melakukan pleno dan menetapkan tiga terbaik pemanfaatan inovasi geospasial tahun 2017. “Harapan kami minggu kedua Oktober sudah diumumkan pemenangnya, dan untuk enam terbaik ini akan diundang untuk menerima penghargaan saat ulang tahun BIG 17 Oktober mendatang” pungkasnya. 

Dalam pemaparannya Elida menyampaikan, sebelum lolos enam besar, SINGMANTAP telah menyisihkan 25 kabupaten/kota pemanfaatan informasi geospasial. Kabupaten Jepara lolos sepuluh nominasi terbaik dan diminta untuk melakukan pemaparan di depan lima dewan juri di Cibinong Jawa Barat awal September lalu. “Alhamdulilah kami terpilih menjadi enam terbaik, dan dilakukan verifikasi lapangan” ujarnya.   
Sekda Jepara Ir. Sholih MM mengatakan SINGMANTAP adalah sebuah inovasi baru dalam memberikan pelayanan perijinan yang efektif, efisien, dan ekonomis kepada masyarakat secara online dengan mensinergikan kebijakan tata ruang sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dan investasi di Kabupatdn Jepara. Selama ini masyarakat dalam penerbitan surat keterangan tata ruang (SKTR) masih menggunakan cara yang manual, namun dengan SINGMANTAP ini dapat dilakukan secara online dan cepat.  “Dengan aplikasi ini, dapat diringkas menjadi 2 s/d 5 hari untuk pengajuan berkas lengkap hingga terbitnya SKTR” ujarnya.

Dengan aplikasi ini, pemohon juga dapat mengawasi proses permohonan yang mereka ajukan. Sehingga apabila permohonan yang mereka ajukan terlalu lama, dapat secara cepat melakukan konfirmasi kepada OPD terkait. “Percepatan pengurusan SKTR ini, menjadi awal dari pelayanan pembangunan dan investasi yang cepat kepada masyarakat” ujarnya.