Home » Berita Umum » Wabup Salurkan Bantuan Rumah Roboh Warga Kelurahan Bulu

Wabup Salurkan Bantuan Rumah Roboh Warga Kelurahan Bulu

Wakil bupati Jepara Dian Kristiandi menyerahkan bantuan rumah roboh di Kelurahan Bulu Kecamatan Jepara kota, pada Kamis (14/09/2017). Tempat tinggal Amin Riyanto (60) bersama istrinya Sriyati (60) warga RT 03 RW 02 roboh hingga rata dengan tanah, pada Rabu (06/09/2017). Dengan kondisi tersebut, mereka sementara waktu tinggal di rumah tetangganya.
 
Wakil bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan bantuan rumah roboh ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warganya yang sedang mengalami musibah. Bantuan yang diberikan ini, disesuaikan dengan kebutuhan mereka. “Sebagai bentuk perhatian kami kepada warga yang sedang kesusahan” ujarnya.
Disampaikan Andi, kedatangannya tersebut sekaligus untuk memberikan dorongan dan motifasi kepada masyarakat untuk turut bergotong royong membantu warga yang mengalami musibah atau kesusahan. Harapannya, bantuan ini bisa dipergunakan membeli bahan untuk mendirikan kembali rumah tinggal sederhana.
JIka nantinya rumah tersebut belum layak ditempati, Andi berjanji akan mengcover dengan dengan program pemeritah lainnya. “Akan kami pantau dan support bantuan dari pemerintah” ujarnya.
Dikatakan, setiap tahun dalam perencanaan APBD 2018, ada sekitar 2000 dari Pemkab Jepara untuk bantuan rumah tidak layak huni. Yang nantinya, akan dikomprasikan dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK. “Kalau tahun 2018, ada sekitar 400 unit rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan, dengan nilai sekitar Rp. 15 juta rupiah/unit” ujarnya.
 
Penerima bantuan Amin Riyanto mengaku senang dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara ini. Ia berjanji, akan mempergunakan bantuan tersebut sebagaimana mestinya. “Terimakasih atas bantuan yang telah diberikan wakil bupati kepada kami” ujarnya.  
Amin yang tinggal bersama istri dan satu orang anak menderita penyakit. Keluarga tersebut hidup segala keterbatsan setelah Amin kehilangan pekerjaannya karena mengalami penyakit gula dan harus kehilangan salah satu kakinya. Bahkan saat ini, putri semata wayangnya Solikatin (28) menderita Thalasemia sejak usia tujuh bulan dan harus transfusi darah tiap bulan.”Saat ini, anak saya juga melakukan transfuse darah di rumah sakit” ujarnya.
 
Selama ini, keluarga tersebut hanya mengandalkan Sriyati yang bekerja sebagai penjual gorengan. Sebelum ia mengalami sakit, ia berkeliling kampung untuk menjajkan gorengan kepada tetangga tetangganya untuk bisa makan sehari hari.  “Jadi, satu rumah punya penyakit semua. Saya sendiri sakit batu ginjal dan darah tinggi,” kata Sriyati.